Hey Barista! Siapa saja pelanggan anda?

by mirzaluqman

Menurut wikipedia kata pelanggan dalam dunia service dibagi dua, seperti tertera dibawah ini:

In the world of customer service customers are categorized more often into two classes:

An external customer of an organization is a customer who is not directly connected to that organization.
An internal customer is a customer who is directly connected to an organization, and is usually (but not necessarily) internal to the organization. Internal customers are usually stakeholders, employees, or shareholders, but the definition also encompasses creditors and external regulators.

Artinya kita sendiri sebagai barista harus mengetahui siapa saja customer menurut kita baik itu dari luar atau dari dalam disaat sebagian banyak orang belum sadar siapa pelanggan nya sesungguhnya kita sebagai barista harus sudah paham siapa pelanggan kita? Jika melihat definisi diatas menurut wikipedia artinya pelanggan kita tidak hanya orang yang membeli barang atau produk yang kita jual tetapi yang tidak kalah penting nya adalah orang dilingkungan kita bekerja adalah pelanggan kita juga. Dari dulu kita selalu mendengar kata-kata “guest is a king” atau di Indonesiakan bisa diartikan perlakukan tamu sebagai raja, disini kita dituntut untuk bisa menjadi insan yang terbaik dalam melayani pelanggan pada profesi kita. Kita harus bisa membuat pelanggan nya lebih dari puas agar kreasi akan sebuah produk kita akan bernilai juga tidak sia-sia, saya akan lebih membahas perlakuan kita dalam melayani pelanggan internal yang seharusnya akan membuat sebuah usaha kita jauh lebih baik lagi karena dikerjakan secara simultan oleh semua orang yang terlibat di pelayan yang kita berikan.
Pelayanan apa saja sih yang harus kita berikan kepada internal customer? Mungkin kita tidak perlu mikir pusing dan ngejelimet untuk melakukan nya contoh seperti ini, jika satu barista bekerja pada shift pagi dan akan hand over pekerjaannya pada barista shift sore artinya pelanggan si barista pagi adalah si barista sore jadi jika kita ingin memberikan pelayanan yang sempurna alangkah baiknya kita selesaikan semua pekerjaan shift pagi dengan baik agar pelanggan kita yang bekerja di shift sore merasa puas dan tidak kecewa, sederhanakan? . Bisa juga kita ilustrasikan dari owner yang memiliki 5 barista di cafe nya, banyak dari teman saya yang memiliki usaha coffee shop atau cafe mengeluh tentang sulitnya mencari barista setelah salah satu barista nya mengundurkan diri, pelanggan si owner jelas para barista nya pada konteks ini dan pasti owner harus juga melayani pelanggannya dengan baik, jika para pelanggan owner ini (red: barista) sangat puas dengan pelayanannya akan membuat si barista yang saat ini kita sebut pelanggan owner akan merekomendasikan teman, sahabat dan orang yang ia kenal untuk menjadi pelanggan di cafe tersebut artinya owner akan lebih mudah mendapatkan barista yang ingin mereka rekrut. Pelanggan internal ini juga bisa kita kategorikan pelanggan tak ber nyawa yaitu mesin espresso contohnya, setiap barista harus berfikir mesin espresso adalah pelanggan nya karena jika mesin espresso tidak di rawat oleh si barista maka mesin tersebut akan kecewa dan sulit untuk diajak membuat espresso yang baik, contoh sederhana: mesin espresso yang menjadi pelanggan si barista tidak pernah rutin dibersihkan akhirnya kerak timbul pada group head nya lalu si barista menyeduh espresso dan menyuguhkan hasil ekstraksi espresso nya ke pelanggan di kedai atau cafe nya, sebagai konsumen si pelanggan ini kecewa karena tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan yaitu espresso yang smooth, rounded, balance dan flavorful padahal si barista sudah menyeduh dengan tehnik yang sangat konsisten dan baik, kekecewaan konsumen bukan dari produk yang diolah atau tehnik sang barista tetapi karena mesin espresso yang kurang bersih sehingga tidak dapat menghasilkan rasa yang diinginkan pelanggan dan barista. Jika kita gabungkan semua unsur tertulis diatas artinya pelanggan internal dan external memiliki satu keterikatan dengan lainnya dan semua barista harus bisa melayani pelanggan internal atau pun external dengan baik, begitu juga owner yang ingin semua barista nya bekerja dengan baik. Jadi kita sebagai barista harus mengerti bahwa pelayanan yang baik itu bukan hanya ke luar tetapi juga kedalam yang tujuan nya jelas membuat kita sebagai barista akan lebih baik lagi. Pada saat semua elemen bekerja dengan tujuan sama yaitu memberikan pelayanan terbaik untuk sesama pasti akan menjadikan hasil akhir lebih baik lagi.

Advertisements