Apakabar Kopi di 2013?

by mirzaluqman

Tahun 2013 sudah memasuki bulan ke dua nya, melihat peta kopi diIndonesia khususnya jelas harapan kita semua adalah peningkatan yang jauh lebih baik dari tahun 2012 yang mungkin menurut saya adalah puncak keberhasilan penyebaran pesan akan semaraknya dunia kopi kita, yang membuat sebagian besar orang mulai menoleh ke dunia hitam ini. Banyak hal yang terjadi di 2012 yang menjadikan semarak dunia kopi sampai ke pelosok kabupaten di daerah selain Jakarta, sulit untuk saya mencari informasi ada berapa total kedai kopi mandiri atau independent yang berdiri dan menambah data jumlah kedai kopi mandiri di tahun 2012, tetapi sangat menarik di kala kita mendapatkan data yang akurat mengenai kita melihat perkembangan dunia kopi dengan menghitung jumalah café baru yang muncul di 2012, mungkin kalau kita menoleh kembali ke awal semarak dunia kopi “baru” di tahun 2008-2009 saat blog http://www.cikopi.com mulai mengudara gaungnya dan juga mulainya era kopi seduh manual di hembuskan oleh beberapa penjual alat seduh manual, mungkin saat ini sudah sangat tersebar luas kedai kopi dengan konsep “baru” yang seakan mewajibkan mereka menyediakan menu kopi yang di seduh secara manual dan juga sederet pilihan menu single origin kopi dari berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia , pasti kita akan bertanya-tanya dengan tahun ini bagaimana kelanjutan duni a kopi Indonesia setelah sederet café baru dan roaster baru muncul di tahun 2012. Menurut saya ini sangat menarik di bahas dimana kita saat ini? telah mencapai pada fase development atau sudah pada fase mature? Ya kita telah melewati fase introducing di beberapa tahun yang lalu, saat menarik untuk di jawab pertanyaan-pertanyaan diatas tadi, mungkin anda dapat juga member penilaian jika anda memang ada di industry ini, menurut saya seharusnya dan selayaknya kita sudah ada di fase maturity atau fase yang sudah matang untuk memperkenal kan industry ini sendiri, seiring dengan telah banyaknya event yang berhubungan dengan kopi atau bahkan acara-acara kopi sudah ada di televisi, tetapi ada pertanyaan kecil yang saya ingin sekali bahas pada tulisan ini apakah memang industry kita sudah siap untuk ada di fase puncak? Dimana kita masih sering berkutat sendiri di level passion yang saya selalu sebut passionate to production level ketimbang kita beranjak ke passionate to consumer level , kenapa? Karena menurut saya banyak dari pelaku industry kopi ini seperti grower, processor, roaster, barista, pelaku bisnis café lebih memfocuskan bagaimana produksi yang baik dan lebih baik yang sebetulnya saya sangat dukung dan setuju rasa kopi Indonesia semakin baik dan baik dari rasa-rasa kopi Indonesia di tahun-tahun yang sebelumnya, tetapi yang kita perlu focus saat ini adalah apakah consumer kopi kita yang telah sangat baik sudah sadar kalau rasa kopi kita sudah baik, atau mereka hanya mengganggap kopi specialty yang di gadang di mana-mana ini hanya menjadi barang mewah yang hanya bisa di nikmati di saat-saat tertentu tanpa menjadi menu utama santapan kopi dirumah, tempat kerja atau pun di kedai kopi independen ini , menurut saya dengan kita menelaah lebih jauh tentang “consumer wants” pada kopi specialty kita dapat meningkatkan konsumsi nya lebih baik lagi karena keistimewaan kopi specialty saat ini hanya bisa dibicarakan dan di konsumsi di level interest saja dan belum luas menjadikan desire para consumer agar mereka rela menjadikan kopi specialty ini ransum wajib di setiap hari nya, jelas akan sangat berpengaruh kepada pelaku bisnis nya bayangkan setiap kafe baru ada yang dibuka disetiap bulan apakah akan menambah peminum kopi specialty atau hanya akan menjadi pilihan orang-orang yang terdahulu rela merogoh kocek lebih untuk secangkir kopi specialty, sulit untuk di jawab jika kita tidak punya data yang akurat mengenai ini, hal ini adalah yang harus menjadi concern semua pelaku bisnis kopi specialty dan bertanya pada diri sendiri sebagai pelaku bisnis ini sendiri adalah “bagaimana meningkatkan local consumer level di kopi specialty” , karena jika kita hanya memikirkan sisi produksi tanpa memikirkan berapa banyak orang minum kopi yang kita sediakan? Berapa banyak yang suka rasa kopi kita? Atau berapa banyak orang yang akan kembali ke café kita dan merekomendasikan café kita ke orang lain? Dan banyak lagi pertanyaan yang harus di tanyakan untuk konsentrasi pada level consumer nya, jika kita tidak memikirkan hal ini bayangkan saja sebuah café yang kurang dalam penjualan single origin yang di jajakan lengkap pada semua origin, apa yang akan terjadi dengan rasa kopi nya? Karena terlalu lama kopi nya akan lebih tepat di bilang “apek”  dan jika tetap di paksakan di jual dan di sajikan akhirnya consumer akan berfikir terbalik dengan kita, mereka akan berfikir kopi specialty sama saja rasanya dengan kopi komersial lainnya, disisi pelaku bisnis nya juga akan bingung tujuh keliling jika barang dagangan nya harus di buang akan membuat biaya produksi akan meningkat, menurut saya kita harus melakukan trobosan yang cepat dan tepat untuk membuat pesan dari dunia kopi specialty ini lebih meluas dan menjadikan industry yang tepat pada akhirnya, perbanyak seminar, diskusi, edukasi kepada konsumen akan dapat perlahan merubah cara pandang konsumen di dunia kopi specialty jauh lebih baik, sebaliknya jika kita terlalu berkutat dengan produksi kopi yang terus di update kita lupa akan pesan yang ingin kita sampaikan ke konsumen tidak akan bisa hanya dengan menuliskan besar-besar pada tembok, papan menu, pintu, atau tempat lainnya di mana-mana . Ayo kita mulai dari diri kita sendiri, jangan takut untuk promosikan café tetangganya jika memang nantikan membuat kompleks disekitar jauh lebih baik dan akan membuat semua café di sekitar kebagian untung dari konsumen baru, saat kopi di kedai mulai menjadi pilihan dan laku saya yakin masalah “apek” tadi akan sirna dengan sendirinya dan dunia kopi akan hidup merata kebawah sana, dan 2013 ini akan menjadi penentu kemajuan yang lebih baik lagi pada dunia kopi kita 🙂

Advertisements