Air & Kopi

by mirzaluqman

Air ada di 98%-99% pada setiap cangkir anda, menjadi sebuah pusat perhatian mana kala air tersebut terabaikan kualitas nya sehingga tidak bisa menopang kualitas kopi yang telah baik, terkadang kita hanya menyalahkan si kopi yang kurang baik, memang kita juga paham tidak semua kopi punya kesan yang baik tetapi cukup mengejutkan jika kualitas kopi yg kita yakini baik tidak berprestasi dimeja cupping, saya sering punya cerita ini beberapa kopi yang dibilang baik oleh orang lain tetapi ternyata kurang perform di dapur saya, saat itu langsung berfikir kopinya tidak baik, kemudian sesi cupping saya ulang dengan air berbeda dan mmm ternyata air nya yang tidak baik, kejadian ini 3 tahun yang membuat sampai saat ini saya berfikir air nomor satu yang harus diperhatikan setelah kopinya tentunya banyak hal yang sebetulnya harus kita seragamkan pendapat didunia kopi ini tentunya bagaimana cara pandang kita terhadap kopi dan air ini, sering saya mencoba kopi di tempat lain rasanya kurang nyaman dan yang pertama saya tanyakan adalah “pakai air apa?” Kebanyakan mereka jawab air merk “A” karena sulit cari air lainnya, ya ini adalah tantangannya disaat kita butuh air yang lebih baik dari merk yang ada kita hanya kebingungan cari dimana, maklum untuk cafe tidak bisa pakai air botolan pasti galon dan tidak semua air botolan punya galonan, menariknya adalah pada saat cuek dengan hal ini yang mengakibatkan kita selalu komplain ke suppler kopinya bahwa kopi nya ga enak, ga bisa diminum atau apalah 🙂 hari ini saya dan teman2 kembali bermain dengan air untuk kopi yang sudah baik, setelah terakhir main-main air ini 1,5 tahun yang lalu dirumah, kita menyiapkan 4 merk air dalam kemasan dengan level total kandungan yang dapat terlarut masing-masing bervariasi dari yg 0ppm sampai 88ppm yang kita lihat hanya 1 variable kandungan air yaitu TDS atau total dissolve solid, pertama kita menyeduh kopi cakep ini dengan air yg punya TDS 0 aroma yang didapat cukup baik, yang mencengangkan adalah body dan flavors yang flat tetapi acidity yang sangat tajam, air kedua dengan TDS kurang dari 10 menarik kopi langsung harum dan tercium manis, pastinya menggugah selera menyeruputnya lalu flavors menonjol dengan acidity lebih tidak tajam tetapi lembut keseluruh rongga mulut, yang ketiga kita gunakan air yang kurang tahu berapa TDS nya karena tidak tercantum dikemasan, sedihnya dengan air ini kopi kembali malu-malu dengan aroma ya, rasanya pun terkesan biasa :(, lalu yang terakhir kita gunakan air dengan catatan TDS 88ppm (menurut standard SCAA air yang bagus punya TDS sekitar 75ppm-250ppm atau rata-rata 150ppm) begitu menghirup aroma nya kita yakin kopi ini lebih baik dari sebelumnya ternyata kopi dengan air ini malah membuat karakternya tidak tegas menurut salah satu peserta, mmm…menurut saya ini terjadi karena zat dan senyawa lainnya tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan kopi. Ada salah satu air mengangkat sisi rasa nutty dari karakter roast nya sebaliknya ada juga air yang mengangkat roasty aroma nya kopi tersebut, acidity terdeteksi dari yang sangat tajam sampai yang sangat lembut, itulah air sangat penting dan saking pentingnya bisa merubah rasa kopi

pesan saya jika anda melakukan cupping sample gunakan lah air yang baik atau air yang memang dipakai anda untuk menyeduh kopi tersebut, terkadang kopinya tidak salah, airnya yang harus di tuker ke supplier :p

20130201-222128.jpg

Advertisements