mirzaluqman

penjelajah kopi dan segala ceritanya

Month: February, 2013

Bencana Dunia Kopi Central America

Bencana melanda pohon-pohon kopi di amerika tengah dan brazil dimana mayoritas kopi-kopi ciamik dunia ada didaerah ini, sebut saja costa rica, Nicaragua, mexico, El Salvador, brazil, dan terakhir Guatemala teriak dan meminta tolong agar wabah karat daun segera dicarikan solusinya, apa yang terdampak pastinya produksi di amerika tengah dan brazil mungkin akan turun 40%-50% pada panen 2012-2013, atau menurut sumber ini http://www.agrimoney.com/news/ico-flags-serious-implications-of-coffee-disease–5482.html dapat diprediksi turun sangat besar mungkin setara dengan ratusan juta kilo lebih angka yg sangat besar untuk bisa menggoyang harga dan pasar kopi dunia, apakah mungkin ini menjadi berkah untuk kopi-kopi indonesia yang secara rasa saat ini sudah lebih baik, jika tahun lalu produksi Indonesia tercatat melalui data ICO hampir 11jt yang terus merangkak naik dari tahun-tahun sebelumnya, prediksi saya mungkin roaster-roaster dunia akan mulai berfikir untuk mengamankan stock kopi terbaik mereka dengan lebih melihat sentra-sentra kopi ditempat lain selain benua amerika, di sini Indonesia seharusnya bersiap dengan panen tahun ini proses panen dan paska panen harus lebih baik agar mungkin dapat menggantikan kegagalan panen brazil dan amerika tengah.

Minggu ini saya melakukan cupping beberapa kopi yang menurut saya bisa menggantikan sedikit banyak rasa kopi central, sebut saja kopi dari tanah sunda yang rasa coklat dan aciditynya sangat baik, atau kopi dari enrekang Sulawesi yang sangat mirip dengan kopi dari central jika di proses dengan baik, artinya tidak ada kata lain selain bersiap dengan semua kemungkinan yang terjadi untuk industri kopi Indonesia, Jaya selalu Kopi Indonesia

Advertisements

Apakabar Kopi di 2013?

Tahun 2013 sudah memasuki bulan ke dua nya, melihat peta kopi diIndonesia khususnya jelas harapan kita semua adalah peningkatan yang jauh lebih baik dari tahun 2012 yang mungkin menurut saya adalah puncak keberhasilan penyebaran pesan akan semaraknya dunia kopi kita, yang membuat sebagian besar orang mulai menoleh ke dunia hitam ini. Banyak hal yang terjadi di 2012 yang menjadikan semarak dunia kopi sampai ke pelosok kabupaten di daerah selain Jakarta, sulit untuk saya mencari informasi ada berapa total kedai kopi mandiri atau independent yang berdiri dan menambah data jumlah kedai kopi mandiri di tahun 2012, tetapi sangat menarik di kala kita mendapatkan data yang akurat mengenai kita melihat perkembangan dunia kopi dengan menghitung jumalah café baru yang muncul di 2012, mungkin kalau kita menoleh kembali ke awal semarak dunia kopi “baru” di tahun 2008-2009 saat blog http://www.cikopi.com mulai mengudara gaungnya dan juga mulainya era kopi seduh manual di hembuskan oleh beberapa penjual alat seduh manual, mungkin saat ini sudah sangat tersebar luas kedai kopi dengan konsep “baru” yang seakan mewajibkan mereka menyediakan menu kopi yang di seduh secara manual dan juga sederet pilihan menu single origin kopi dari berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia , pasti kita akan bertanya-tanya dengan tahun ini bagaimana kelanjutan duni a kopi Indonesia setelah sederet café baru dan roaster baru muncul di tahun 2012. Menurut saya ini sangat menarik di bahas dimana kita saat ini? telah mencapai pada fase development atau sudah pada fase mature? Ya kita telah melewati fase introducing di beberapa tahun yang lalu, saat menarik untuk di jawab pertanyaan-pertanyaan diatas tadi, mungkin anda dapat juga member penilaian jika anda memang ada di industry ini, menurut saya seharusnya dan selayaknya kita sudah ada di fase maturity atau fase yang sudah matang untuk memperkenal kan industry ini sendiri, seiring dengan telah banyaknya event yang berhubungan dengan kopi atau bahkan acara-acara kopi sudah ada di televisi, tetapi ada pertanyaan kecil yang saya ingin sekali bahas pada tulisan ini apakah memang industry kita sudah siap untuk ada di fase puncak? Dimana kita masih sering berkutat sendiri di level passion yang saya selalu sebut passionate to production level ketimbang kita beranjak ke passionate to consumer level , kenapa? Karena menurut saya banyak dari pelaku industry kopi ini seperti grower, processor, roaster, barista, pelaku bisnis café lebih memfocuskan bagaimana produksi yang baik dan lebih baik yang sebetulnya saya sangat dukung dan setuju rasa kopi Indonesia semakin baik dan baik dari rasa-rasa kopi Indonesia di tahun-tahun yang sebelumnya, tetapi yang kita perlu focus saat ini adalah apakah consumer kopi kita yang telah sangat baik sudah sadar kalau rasa kopi kita sudah baik, atau mereka hanya mengganggap kopi specialty yang di gadang di mana-mana ini hanya menjadi barang mewah yang hanya bisa di nikmati di saat-saat tertentu tanpa menjadi menu utama santapan kopi dirumah, tempat kerja atau pun di kedai kopi independen ini , menurut saya dengan kita menelaah lebih jauh tentang “consumer wants” pada kopi specialty kita dapat meningkatkan konsumsi nya lebih baik lagi karena keistimewaan kopi specialty saat ini hanya bisa dibicarakan dan di konsumsi di level interest saja dan belum luas menjadikan desire para consumer agar mereka rela menjadikan kopi specialty ini ransum wajib di setiap hari nya, jelas akan sangat berpengaruh kepada pelaku bisnis nya bayangkan setiap kafe baru ada yang dibuka disetiap bulan apakah akan menambah peminum kopi specialty atau hanya akan menjadi pilihan orang-orang yang terdahulu rela merogoh kocek lebih untuk secangkir kopi specialty, sulit untuk di jawab jika kita tidak punya data yang akurat mengenai ini, hal ini adalah yang harus menjadi concern semua pelaku bisnis kopi specialty dan bertanya pada diri sendiri sebagai pelaku bisnis ini sendiri adalah “bagaimana meningkatkan local consumer level di kopi specialty” , karena jika kita hanya memikirkan sisi produksi tanpa memikirkan berapa banyak orang minum kopi yang kita sediakan? Berapa banyak yang suka rasa kopi kita? Atau berapa banyak orang yang akan kembali ke café kita dan merekomendasikan café kita ke orang lain? Dan banyak lagi pertanyaan yang harus di tanyakan untuk konsentrasi pada level consumer nya, jika kita tidak memikirkan hal ini bayangkan saja sebuah café yang kurang dalam penjualan single origin yang di jajakan lengkap pada semua origin, apa yang akan terjadi dengan rasa kopi nya? Karena terlalu lama kopi nya akan lebih tepat di bilang “apek”  dan jika tetap di paksakan di jual dan di sajikan akhirnya consumer akan berfikir terbalik dengan kita, mereka akan berfikir kopi specialty sama saja rasanya dengan kopi komersial lainnya, disisi pelaku bisnis nya juga akan bingung tujuh keliling jika barang dagangan nya harus di buang akan membuat biaya produksi akan meningkat, menurut saya kita harus melakukan trobosan yang cepat dan tepat untuk membuat pesan dari dunia kopi specialty ini lebih meluas dan menjadikan industry yang tepat pada akhirnya, perbanyak seminar, diskusi, edukasi kepada konsumen akan dapat perlahan merubah cara pandang konsumen di dunia kopi specialty jauh lebih baik, sebaliknya jika kita terlalu berkutat dengan produksi kopi yang terus di update kita lupa akan pesan yang ingin kita sampaikan ke konsumen tidak akan bisa hanya dengan menuliskan besar-besar pada tembok, papan menu, pintu, atau tempat lainnya di mana-mana . Ayo kita mulai dari diri kita sendiri, jangan takut untuk promosikan café tetangganya jika memang nantikan membuat kompleks disekitar jauh lebih baik dan akan membuat semua café di sekitar kebagian untung dari konsumen baru, saat kopi di kedai mulai menjadi pilihan dan laku saya yakin masalah “apek” tadi akan sirna dengan sendirinya dan dunia kopi akan hidup merata kebawah sana, dan 2013 ini akan menjadi penentu kemajuan yang lebih baik lagi pada dunia kopi kita 🙂

Air & Kopi

Air ada di 98%-99% pada setiap cangkir anda, menjadi sebuah pusat perhatian mana kala air tersebut terabaikan kualitas nya sehingga tidak bisa menopang kualitas kopi yang telah baik, terkadang kita hanya menyalahkan si kopi yang kurang baik, memang kita juga paham tidak semua kopi punya kesan yang baik tetapi cukup mengejutkan jika kualitas kopi yg kita yakini baik tidak berprestasi dimeja cupping, saya sering punya cerita ini beberapa kopi yang dibilang baik oleh orang lain tetapi ternyata kurang perform di dapur saya, saat itu langsung berfikir kopinya tidak baik, kemudian sesi cupping saya ulang dengan air berbeda dan mmm ternyata air nya yang tidak baik, kejadian ini 3 tahun yang membuat sampai saat ini saya berfikir air nomor satu yang harus diperhatikan setelah kopinya tentunya banyak hal yang sebetulnya harus kita seragamkan pendapat didunia kopi ini tentunya bagaimana cara pandang kita terhadap kopi dan air ini, sering saya mencoba kopi di tempat lain rasanya kurang nyaman dan yang pertama saya tanyakan adalah “pakai air apa?” Kebanyakan mereka jawab air merk “A” karena sulit cari air lainnya, ya ini adalah tantangannya disaat kita butuh air yang lebih baik dari merk yang ada kita hanya kebingungan cari dimana, maklum untuk cafe tidak bisa pakai air botolan pasti galon dan tidak semua air botolan punya galonan, menariknya adalah pada saat cuek dengan hal ini yang mengakibatkan kita selalu komplain ke suppler kopinya bahwa kopi nya ga enak, ga bisa diminum atau apalah 🙂 hari ini saya dan teman2 kembali bermain dengan air untuk kopi yang sudah baik, setelah terakhir main-main air ini 1,5 tahun yang lalu dirumah, kita menyiapkan 4 merk air dalam kemasan dengan level total kandungan yang dapat terlarut masing-masing bervariasi dari yg 0ppm sampai 88ppm yang kita lihat hanya 1 variable kandungan air yaitu TDS atau total dissolve solid, pertama kita menyeduh kopi cakep ini dengan air yg punya TDS 0 aroma yang didapat cukup baik, yang mencengangkan adalah body dan flavors yang flat tetapi acidity yang sangat tajam, air kedua dengan TDS kurang dari 10 menarik kopi langsung harum dan tercium manis, pastinya menggugah selera menyeruputnya lalu flavors menonjol dengan acidity lebih tidak tajam tetapi lembut keseluruh rongga mulut, yang ketiga kita gunakan air yang kurang tahu berapa TDS nya karena tidak tercantum dikemasan, sedihnya dengan air ini kopi kembali malu-malu dengan aroma ya, rasanya pun terkesan biasa :(, lalu yang terakhir kita gunakan air dengan catatan TDS 88ppm (menurut standard SCAA air yang bagus punya TDS sekitar 75ppm-250ppm atau rata-rata 150ppm) begitu menghirup aroma nya kita yakin kopi ini lebih baik dari sebelumnya ternyata kopi dengan air ini malah membuat karakternya tidak tegas menurut salah satu peserta, mmm…menurut saya ini terjadi karena zat dan senyawa lainnya tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan kopi. Ada salah satu air mengangkat sisi rasa nutty dari karakter roast nya sebaliknya ada juga air yang mengangkat roasty aroma nya kopi tersebut, acidity terdeteksi dari yang sangat tajam sampai yang sangat lembut, itulah air sangat penting dan saking pentingnya bisa merubah rasa kopi

pesan saya jika anda melakukan cupping sample gunakan lah air yang baik atau air yang memang dipakai anda untuk menyeduh kopi tersebut, terkadang kopinya tidak salah, airnya yang harus di tuker ke supplier :p

20130201-222128.jpg