Harga pantas untuk secangkir kopi hitam

by mirzaluqman

Dengan bertebarannya kedai kopi di Jakarta kita di kelilingi oleh berbagai menu kopi dan juga dibuat bingung menentukan pilihan kemana kita ingin membuang uang untuk secangkir kopi hitam yang kita inginkan, banyak alasan untuk memilih kedai kopi yang terbaik buat kita tetapi ada hal yang harus kita pahami terlebih dahulu yaitu tujuan kita ke kedai kopi tersebut. Jelas ada beberapa faktor yang kita bisa jadikan pertimbangan untuk mengunjungi tempat tersebut, yang pertama mungkin rekomendasi orang-orang yang telah berkunjung ke sana, lalu mungkin juga disaat kita melintas tempat tersebut dan melihat tempat tersebut menarik untuk dikunjungi, atau tempat terdekat dari kediaman atau kantor kita masing-masing. Nah pada saat kita mengunjungi kedai kopi tersebut kita langsung di minta untuk memilih menu untuk di pesan dan dinikmati banyak alasan untuk dapat memilih menu yang terbaik buat kita, kalau saya setiap ke kedai kopi yang saya banyak pesan pada kunjungan pertama adalah brewed coffee atau kopi seduh kesukaan saya, jarang sekali saya memesan menu lain pada kunjungan pertama, disini saya selalu mengevaluasi 3 faktor untuk dapat menentukan apakah hanya akan sekali ini saja berkunjung ke kedai kopi tersebut atau akan menjadi pelanggan tetap, faktor pertama jelas kualitas kopi buat saya ini begitu penting karena merupakan tolak ukur untuk dapat menikmati suasana yang nyaman, yang kedua adalah service atau pelayanan jika pelayanan baik terkadang bisa meng upgrade evaluasi saya teerhadap kualitas rasa kopinya alias dapat dimaklumi jika ada sedikit kekurangan, yang terakhir yang akan membulatkan tekad saya untuk kembali lagi adalah harganya saya tidak munafik bahwa harga kopi harus pantas dengan apa yang saya rasakan baik itu produknya dan juga pelayanannya. Pertanyaan saya yang selalu ada dibenak saya adalah berapa harga yang pantas untuk secangkir kopi hitam?, pertanyaan ini mungkin akan sama dengan pertanyaan kebanyakan orang karena banyak dari mereka memutuskan tidak kembali lagi ke kedai tersebut karena menganggap harganya terlampau tinggi. Beberapa kedai kopi sudah mematok harga lebih dari Rp.25,000 untuk secangkir kopi hitam berukuran cangkir 180-240ml , artinya kasta kopi hitam yang dulu hanya sebagai pelengkap menu di kedai kopi dan di hargai cukup murah sudah lebih baik dan bisa disejajarkan dengan minuman kopi berbasis susu seperti cafe latte atau cappucinno, tetapi perlu diingat kopi hitam masih menjadi minuman kesekian pilihan orang-orang yang banyak datang ke kedai kopi, alasan kebanyakan adalah kopi hitam bisa dibuat dirumah tidak perlu ke kedai kopi atau cafe, gengsi cappucinno dan cafe latte masih ada diatas minuman kopi hitam ini dan juga kebanyakan orang di Jakarta dan sekitarnya masih takut minum kopi murni, lebih nyaman bila dengan susu dan gula. Bagi saya secangkir kopi  hitam yang nikmat dengan pelayanan yang baik jika di hargai Rp. 25,000-Rp. 30,000 masih wajar jika kita melihat proses yang sangat panjang dari kebun sampai ke cangkir kita, tetapi jika kopi yang digunakan sudah tidak bisa dikatakan nikmat atau kaya rasa maka saya akan berbalik bertanya kepada yang menjualnya, kenapa sangat mahal kan kopi anda sudah apek?, pada dasarnya kopi hitam yang dijual memang sangat sulit untuk di hadirkan secara rutin di dalam artian freshness dan rasa, karena keterbatasan pesanan pelanggan yang menyebabkan mereka sulit untuk menghabiskan stok kopi mereka dalam tempo 2 bulan setelah kopi tersebut di roast, sejujurnya alasan tadi saya menyebut angka Rp. 25,000-Rp. 30,000 adalah hal yang wajar untuk secangkir kopi hitam nikmat adalah biaya yang diperuntukan untuk menjaga kualitas tentunya harus ada, jadi wajar jika mereka bisa menyuguhkan kualitas kopi lebih baik dengan harga yang semestinya. Pertanyaan lain adalah jika harga kopi hitam itu lebih dari Rp. 30,000 apakah masih bisa dikatakan wajar dan menjadi kan harga tersebut tidak membuat pelanggannya takut untuk kembali atau sekedar merekomendasikan kedai kopi tersebut, menurut saya harus ada alasan jelas buat harga secangkir kopi hitam lebih dari Rp. 30,000 tidak akan cukup hanya berdasarkan berdasarkan tempat dan pelayanan saja harus ada yang lebih bisa dimengerti alasannya kedai kopi menyuguhkan menu kopi hitam dengan harga seperti disebutkan diatas, jika saya pribadi saya akan banyak menuntut untuk rasa dengan cara seduh yang memang layak jika harga kopi hitam di bandrol lebih dari 30,000 rupiah, tidak cukup alasan kopi nya dari mana, kopi luwak pun bisa jadi memiliki rasa yang tidak sesuai dengan ekspektasi saya jadi cukup riskan bagi saya untuk kembali memesan kopi hitam yang menurut saya belum memiliki ke khas an rasa yang di jual dengan harga lebih dari Rp. 30,000 per cangkir, tapi terserah anda yang menentukan harga yang pas untuk secangkir hitam di kedai kopi favorite anda.

Dengan banyak pertimbangan para pemilik kafe atau kedai kopi tentunya sadar akan pentingnya pelanggan yang datang kembali secara rutin ketempat anda, jadi menurut saya faktor harga akan menjadi pertimbangan yang cukup manjur untuk para pelanggan rutin anda, kita harus sadar peminum kopi hitam di Indonesia dan khususnya di Jakarta masih sangat minim dan cenderung mereka masih mencoba-coba  jadi jika kita tidak bisa memberikan yang terbaik untuk para peminum kopi hitam ini, bukan tidak mungkin era kopi hitam hanya dijual dengan harga murah akan terjadi lagi

Advertisements