mirzaluqman

penjelajah kopi dan segala ceritanya

Month: August, 2012

Harga pantas untuk secangkir kopi hitam

Dengan bertebarannya kedai kopi di Jakarta kita di kelilingi oleh berbagai menu kopi dan juga dibuat bingung menentukan pilihan kemana kita ingin membuang uang untuk secangkir kopi hitam yang kita inginkan, banyak alasan untuk memilih kedai kopi yang terbaik buat kita tetapi ada hal yang harus kita pahami terlebih dahulu yaitu tujuan kita ke kedai kopi tersebut. Jelas ada beberapa faktor yang kita bisa jadikan pertimbangan untuk mengunjungi tempat tersebut, yang pertama mungkin rekomendasi orang-orang yang telah berkunjung ke sana, lalu mungkin juga disaat kita melintas tempat tersebut dan melihat tempat tersebut menarik untuk dikunjungi, atau tempat terdekat dari kediaman atau kantor kita masing-masing. Nah pada saat kita mengunjungi kedai kopi tersebut kita langsung di minta untuk memilih menu untuk di pesan dan dinikmati banyak alasan untuk dapat memilih menu yang terbaik buat kita, kalau saya setiap ke kedai kopi yang saya banyak pesan pada kunjungan pertama adalah brewed coffee atau kopi seduh kesukaan saya, jarang sekali saya memesan menu lain pada kunjungan pertama, disini saya selalu mengevaluasi 3 faktor untuk dapat menentukan apakah hanya akan sekali ini saja berkunjung ke kedai kopi tersebut atau akan menjadi pelanggan tetap, faktor pertama jelas kualitas kopi buat saya ini begitu penting karena merupakan tolak ukur untuk dapat menikmati suasana yang nyaman, yang kedua adalah service atau pelayanan jika pelayanan baik terkadang bisa meng upgrade evaluasi saya teerhadap kualitas rasa kopinya alias dapat dimaklumi jika ada sedikit kekurangan, yang terakhir yang akan membulatkan tekad saya untuk kembali lagi adalah harganya saya tidak munafik bahwa harga kopi harus pantas dengan apa yang saya rasakan baik itu produknya dan juga pelayanannya. Pertanyaan saya yang selalu ada dibenak saya adalah berapa harga yang pantas untuk secangkir kopi hitam?, pertanyaan ini mungkin akan sama dengan pertanyaan kebanyakan orang karena banyak dari mereka memutuskan tidak kembali lagi ke kedai tersebut karena menganggap harganya terlampau tinggi. Beberapa kedai kopi sudah mematok harga lebih dari Rp.25,000 untuk secangkir kopi hitam berukuran cangkir 180-240ml , artinya kasta kopi hitam yang dulu hanya sebagai pelengkap menu di kedai kopi dan di hargai cukup murah sudah lebih baik dan bisa disejajarkan dengan minuman kopi berbasis susu seperti cafe latte atau cappucinno, tetapi perlu diingat kopi hitam masih menjadi minuman kesekian pilihan orang-orang yang banyak datang ke kedai kopi, alasan kebanyakan adalah kopi hitam bisa dibuat dirumah tidak perlu ke kedai kopi atau cafe, gengsi cappucinno dan cafe latte masih ada diatas minuman kopi hitam ini dan juga kebanyakan orang di Jakarta dan sekitarnya masih takut minum kopi murni, lebih nyaman bila dengan susu dan gula. Bagi saya secangkir kopi  hitam yang nikmat dengan pelayanan yang baik jika di hargai Rp. 25,000-Rp. 30,000 masih wajar jika kita melihat proses yang sangat panjang dari kebun sampai ke cangkir kita, tetapi jika kopi yang digunakan sudah tidak bisa dikatakan nikmat atau kaya rasa maka saya akan berbalik bertanya kepada yang menjualnya, kenapa sangat mahal kan kopi anda sudah apek?, pada dasarnya kopi hitam yang dijual memang sangat sulit untuk di hadirkan secara rutin di dalam artian freshness dan rasa, karena keterbatasan pesanan pelanggan yang menyebabkan mereka sulit untuk menghabiskan stok kopi mereka dalam tempo 2 bulan setelah kopi tersebut di roast, sejujurnya alasan tadi saya menyebut angka Rp. 25,000-Rp. 30,000 adalah hal yang wajar untuk secangkir kopi hitam nikmat adalah biaya yang diperuntukan untuk menjaga kualitas tentunya harus ada, jadi wajar jika mereka bisa menyuguhkan kualitas kopi lebih baik dengan harga yang semestinya. Pertanyaan lain adalah jika harga kopi hitam itu lebih dari Rp. 30,000 apakah masih bisa dikatakan wajar dan menjadi kan harga tersebut tidak membuat pelanggannya takut untuk kembali atau sekedar merekomendasikan kedai kopi tersebut, menurut saya harus ada alasan jelas buat harga secangkir kopi hitam lebih dari Rp. 30,000 tidak akan cukup hanya berdasarkan berdasarkan tempat dan pelayanan saja harus ada yang lebih bisa dimengerti alasannya kedai kopi menyuguhkan menu kopi hitam dengan harga seperti disebutkan diatas, jika saya pribadi saya akan banyak menuntut untuk rasa dengan cara seduh yang memang layak jika harga kopi hitam di bandrol lebih dari 30,000 rupiah, tidak cukup alasan kopi nya dari mana, kopi luwak pun bisa jadi memiliki rasa yang tidak sesuai dengan ekspektasi saya jadi cukup riskan bagi saya untuk kembali memesan kopi hitam yang menurut saya belum memiliki ke khas an rasa yang di jual dengan harga lebih dari Rp. 30,000 per cangkir, tapi terserah anda yang menentukan harga yang pas untuk secangkir hitam di kedai kopi favorite anda.

Dengan banyak pertimbangan para pemilik kafe atau kedai kopi tentunya sadar akan pentingnya pelanggan yang datang kembali secara rutin ketempat anda, jadi menurut saya faktor harga akan menjadi pertimbangan yang cukup manjur untuk para pelanggan rutin anda, kita harus sadar peminum kopi hitam di Indonesia dan khususnya di Jakarta masih sangat minim dan cenderung mereka masih mencoba-coba  jadi jika kita tidak bisa memberikan yang terbaik untuk para peminum kopi hitam ini, bukan tidak mungkin era kopi hitam hanya dijual dengan harga murah akan terjadi lagi

Advertisements

8 hal penting dalam penyeduhan kopi…..

Menyeduh kopi adalah hal yang cukup rumit untuk mendapatkan hasil maksimal,beberapa hal kunci yang menjadi parameter tehnik penyeduhan terkadang terlewati begitu saja jika kita tidak berkonsentrasi dengan baik. Pengalaman saya di rumah dengan menyeduh kopi yang sama dengan alat yang sama di hari-hari dimana saya berexperimen, hasilnya terlalu banyak hal yang memang harus selalu menjadi pegangan dasar untuk menjadikan sebuah konsistensi dalam menyeduh kopi. Berikut 8 hal penting dalam penyeduhan kopi:

  1. Pengetahuan tentang alat seduh (brewing device)  : Metode seduh kopi bisa kita kategorikan ke dalam 4 hal; boiling (rebus, contoh:turkish coffee pot), immersing/steeping (direndam dalam jangka waktu tertentu, contoh: french press, tubruk), pourover/drip (kopi saring menggunakan alat khusus, contoh: hario v60, kalita wave, chemex, vietnamese drip, cold drip), Pressuring (mengekstrak kopi dengan tekanan air khusus dari sumber-sumber yang bisa menghasilkan tekanan air, contoh: espresso mesin, espresso maker, moka pot,percolator, siphon maker). Dari cara seduh diatas baru kita harus mengetahu cara kerja masing-masing alat seduh kopi, jika kita kurang mengerti bagaimana seharus nya cara kerja alat tersebut maka kita sudah mengawali proses penyeduhan kopi dengan kurang sempurna. Contoh pada saat kita tidak mengetahui cara kerja french press mungkin kita tidak akan menekannya melainkan menyaringnya 🙂
  2. Kebersihan alat seduh kopi sebelum di gunakan : Mungkin kita jangan terburu-buru membicarakan ratio kopi dan air, cara seduh atau lainnya jika kita belum bisa membersihkan dan mau membersihkan alat seduh kopi kita, kebersihan alat-alat tersebut sangat berpengaruh akan hasil dari seduhan kopi kita dengan alat apapun, jika kita menyeduh kopi dan tidak membersihkan alat seduh kopi tersebut kita akan meninggalkan jejak kotoran yang kadang menempel dan mempengaruhi aroma dan rasa pastinya, contoh mesh filter pada french press jika tidak di bersihkan atau baiknya di rendam dengan pembersih kopi (caffeto, cafiza atau lainnya) maka filter mesh tersebut akan meninggalkan minyak dan ampas kecil yang menempel dan akan mempengaruhi aroma dan rasa karena minyak dan ampas kecil akan menimbulkan bau dan rasa hambar di kopi, yang pernah saya coba rasa apek timbul karena filter mesh tidak bersih.
  3. Kesegaran biji kopi: Seperti saya sedikit pernah bahas sebelumnya, masalah freshness adalah masalah yang sangat krusial pada penyeduhan kopi, tidak hanya freshness roasted beans, green beans pun yang tidak fresh akan menimbulkan rasa yang kurang nikmat walaupun green beans tersebut adalah hasil kompetisi Cup of excellent di dunia, green beans yang kurang fresh yaitu yang disimpan lebih dari satu tahun atau dengan penyimpanan yang kurang baik akan menimbulkan rasa apek atau ada penurunan rasa dan aroma yang sebetulnya bisa lebih keluar lagi (saya biasa menyebutnya flat) pada saat dikonsumsi walaupun baru di roast 1 minggu yang lalu, untuk roasted beans yang lebih dari 2 bulan dari roast date nya akan lebih terlihat lagi pada saat diseduh, dari tampilannya saja pada saat penyeduhan biasanya kurang blooming jika dibandingkan dengan freshly roasted beans kurang dari 2 bulan. baik green beans atau roasted beans sebenarnya kita bisa menilai freshness kedua produk tersebut dengan di cium aroma nya dan di lihat warna nya, saya yakin kita semua tahu dan paham bagaimana bau apek itu, jadi besar kemungkinan kita terlewatkan bau apek itu di cangkir kita atau pada karung-karung green beans itu sangat kecil, lalu jika kita lihat green beans yang kurang fresh biasanya sudah berubah menjadi warna pucat (sebagian orang membuat opini ini dinamakan white coffee). Baik roasted beans atau green beans sangat rentan dengan bau dari udara sekitar, cahaya, kelembaban, panas, maka dari itu jika saya melihat ada cafe atau coffeeshop yang tidak menjaga roasted beans atau green beans nya dari faktor -faktor tersebut maka dapat dipastikan mereka menyajikan kualitas kopi yang dibawah expektasi kita semua, saya pernah menemui coffeeshop yang membiarkan green beans nya tersimpan di area cafe mereka dengan keadaan karung terbuka yang area cafe nya semuanya adalah smoking area, sangat disayangkan yah, maka sejak dari itu saya sudah tidak pernah berkunjung kesana lagi, sulit untuk menerima jargon mereka dengan kenyataan nya.
  4. Hasil giling kopi menjadi bubuk: Ada anjuran yang sangat bijaksana dari penjual coffee grinder kepada calon pembelinya, “gilinglah kopi anda sesaat sebelum menyeduhnya” buat saya kalimat tersebut bukan diperuntukan agar jualan nya lebih laku tetapi itu memang anjuran yang sangat baik kita ikuti, biji kopi yang telah digiling membuka rongga muka atau biasa disebut surface area menjadi partikel lebih kecil dari biji kopi sebelumnya, artinya proses penguapan aroma kopi dikarenakan udara sekitar akan lebih cepat dibandingkan masih berbentuk biji kopi disini kita harus berpacu dengan waktu, menurut saya sejak dari menit pertama kopi itu digiling senyawa kopi yang berbentuk gas mulai meninggalkan wujudnya, hasilnya pada saat kita seduh kopi tersebut akan kurang aroma dan rasanya. Untuk penyeduhan maksimal bukan hanya giling kopi sesaat sebelum diseduh saja faktor yang harus kita cermati, melainkan kita harus menyesuai kan hasil giling kopi kita dengan waktu seduh yang kita inginkan, kenapa? karena semakin halus kita giling kopi kita makan akan lebih cepat larut dengan air, sedangkan kopi yang seharus nya kita larutkan hanya sekitar 1,5 – 2 persen saja dari kuantitas kopi yang kita siapkan selebihnya adalah air yang akan memadukan rasa kopi yang kita inginkan, apa yang akan terjadi jika kita melarutkan kopi kurang atau lebih dari waktu yang semestinya adalah ketidak sempurnaan rasa yang tidak kita inginkan, bisa jadi lebih cair atau malah lebih pekat. saya merekomendasikan waktu lebih cepat untuk hasil giling halus dan waktu lebih lambat dengan hasil giling kasar, contoh french press membutuhkan hasil giling yang kasar karena waktu seduh french press rata-rata 4 menit, sedangkan espresso machine akan membutuhkan hasil giling yang jauh lebih halus dari french press karena diseduh hanya sekitar 20-35 detik saja. Yang harus diperhatikan semua grinder walaupun dengan merk dan type yang sama bukan tidak mungkin menghasilkan grind size yang berbeda, Karena itu setting grinder penting sekali dilakukan setiap saat dan kita wajib tahu seberapa kasar atau halus yang di butuhkan untuk brewing proses kita.
  5. Waktu seduh : Waktu seduh atau biasa disebut contact time akan sangat berpengaruh dengan kepekatan kopi hasil seduh tersebut, ada yang rasanya jadi cair atau lemah, ada pula yang rasa nya jadi pekat dan kuat, alat seduh kopi jelas akan mempengaruhi bagaimana kita menyesuaikan waktu seduh nya, karena beda metode akan membutuhkan hasil giling yang berbeda yang menentukan langsung waktu seduh. Waktu seduh tercepat pada proses menyeduh kopi adalah espresso sedangkan yang terlama untuk kopi panas adalah french press, waktu seduh ini kita bisa teliti kembali untuk mengkorelasikan ke hasil seduhnya, walaupun hanya berbeda beberapa detik saja maka hasil seduh kopi akan berbeda walaupun di buat dengan alat yang sama, disini kita butuh konsistensi untuk menentukan waktu seduh dengan alat yang sama, contoh: waktu seduh espresso – 20-35detik, waktu seduh pourover/drip – 2:30-3:30menit, waktu seduh full immerse method – 3-5menit
  6. Air dan temperature nya: Air adalah hal yang paling penting didalam secangkir kopi, 98-99% pada secangkir kopi adalah air, nah jika kita tidak teliti dalam penggunaan air maka yang akan terjadi adalah rusaknya rasa kopi yang telah kita seduh, air jelas tidak boleh berbau dan tidak boleh Keruh warnanya, didalam protocol yang dikeluarkan badan-badan kopi dunia air diurai dengan berbagai parameter, hal yang paling banyak berpengaruhi adalah hardness dan total dissolve solid, kadar PH,alkalinity, sodium, chlorine dan lainnya, memang sulit dilihat dengan kasat mata atau dirasakan dengan lidah kita parameter-parameter tersebut jika ingin mendapatkan hasil secara detail, harus diuji lab atau dengan alat ukur yang dapat mengurai parameter tersebut,tetapi kita pastinya ingin tahu secara manual atau awam saja, menurut saya kita pergunakan indera penglihatan dan perasa sudah cukup bisa paling tidak menghindari dari bau dan keruh air, coba dengan diamkan sejam air dalam satu gelas bening, jika air itu tidak kotor tidak akan ada sendimen dibawah gelas dan jika air itu tidak berbau biasanya setelah mendidih air masih tetap beraroma fresh. Atau kita bisa merasakan jika air panas tersebut setelah diseduh ke kopi, jika air baik akan dapat mensupport rasa keluar dengan sempurna, sebaliknya jika kurang baik akan menyebabkan rasa pahit atau rasa payau dicangkir kopi kita. Kita sekarang akan bahas sedikit tentang panas air yang baik yang berkisar antara 88’C-96’C tetapi perlu diingat kita harus juga melihat roast profile kopi tersebut semakin gelap roast profile akan semakin rentan terhadap panas air yang akan menyebabkan rasa pahit, sebaliknya kurangnya temperatur air akan menyebabkan rasa kopi tidak baik juga.
  7. Rasio kopi dan air : Ini yang terpenting juga untuk dibahas, menurut saya ratio yang baik adalah 15-18 ml air per 1 gram bubuk kopi, terlalu pekat kopi akan menyebabkan rasa yang sangat pahit dan menghilangkan sebagian rasa yang ada, terlalu encer akan membuat rasa dan aroma tidak maksimal dan cenderung sangat ringan
  8. Atribute rasa dari hasil seduh: Ada baiknya sebelum menentukan parameter diatas kita melakukan uji citarasa atau biasa disebut cupping pada proses ini kita akan tahu jelas semua attribute rasa kopi yang ada di kopi tersebut, sehingga pada saat kita menyeduh kopi tersebut kita bisa punya parameter rasa yang hendak kita tuju, tanpa tahu tujuan mustahil kita akan mencapai rasa yang maksimal.

Barista adalah seorang pelayan juga…..

Tugas seorang barista apakah bisa dikatakan pelayan juga?, banyak barista yang saya temui kurang paham dengan pertanyaan tersebut, bahkan beberapa diantara nya enggan beranjak dari singasana nya yaitu Espresso Bar area, mereka bilang sih tugas melayani ya ada server atau waiter. Menurut saya semua orang yang ada di dunia pelayanan, baik itu pelayanan nyata atau tidak nyata, baik itu bushboy atau F&B director adalah pelayan kalau mereka tidak punya jiwa menjadi pelayan pasti mereka akan sulit bertahan di dunia service industry. Banyak dari barista di Indonesia hanya husyuk ada di belakang mesin espresso nya, tanpa disadari mereka hanya menunggu pesanan dari orang-orang yang mereka sebut pelayan, banyak juga dari barista yang saya temui tidak segan memberikan menu langsung ke pelanggannya sekaligus menjelaskan detail menu yang ditawarkan, ya memang seperti itu dunia service di Indonesia, banyak yang memenuhi standard, banyak juga yang di bawah standard. Apalagi jika kita meng-khusus-kan menbicarakan
service dalam dunia barista, selalu timbul pertanyaan di benak saya, “jika seorang barista dapat melayani pelanggan nya dengan sangat baik, apakah bisa dikatakan barista tersebut membuat sebuah extra ordinary service?” menurut saya tidak, karena itu adalah bagian dari pekerjaannya, jelas jika kita melayani pelanggan dengan baik kita baru mencapai kata “sesuai ekspektasi” dari pelanggan yang datang ke kedai kopi kita, nah bagaimana melampaui kata “satisfied” ini. Menurut saya harus ada beberapa faktor dimana seorang barista dapat di katakan melampaui kata “satisfied” dari pelanggannya, yang saya satukan menjadi 3P, yaitu:

  1. People — People disini kita masukan kedalam konteks seorang barista, sudah semestinya seorang barista dapat melayani dengan baik, maka dari itu untuk jauh lebih baik seorang barista harus dapat punya kepercayaan diri untuk mengkomunikasikan produk yang ia buat dengan baik ke pelanggan nya, barista harus dapat berperilaku baik di depan pelanggannya,attitude seorang barista harus sangat terlihat dari pertama kali pelanggannya memasuki coffeeshopnya (biasanya attitude yang buruk yang paling sering terlihat saya adalah barista sering memainkan HP atau Smart phone nya didalam bar, atau makan dan minum di dalam bar), barista harus dapat dengan murah menyebarkan senyum dan rajin bilang terimakasih, barista harus bisa berpenampilan yang baik dan rapih, selalu dapat menghargai pendapat orang lain (apa lagi kalau pelanggan nya bingung dan ingin bertanya, jangan pelanggannya malah di bilang “ndeso” atau “kampungan”), hal lainnya adalah barista yang terlihat sombong akan membuat pelanggannya merasa direndahkan bahkan merasa tidak di hargai. Barista harus berani keluar area bar nya untuk menanyakan langsung ke pelanggannya akan produk buatan nya, jangan terlalu pede bahwa buatannya selalu di terima oleh pelanggannya, terkadang pelanggan tidak pernah bersuara, mereka hanya menggerutu di dalam hati akan produk yang di suguhkan (saya adalah salah satu orang yang suka mengerutu, karena terkadang barista sangat pede membuat produk nya, tetapi mereka tanpa sadar telah melakukan kesalahan-kesalahan yang terlihat oleh saya, sehaingga saya yakin produknya kurang baik jadinya)
  2. Product — produk coffeeshop yang tersedia jelas adalah sebagian besar kopi dan minuman terbuat dari kopi, apa sih bedanya kedai kopi di pinggir jalan dan di dalam mall atau tempat bergengsi lainnya, menurut saya semua produk kopi yang ditawarkan baik itu dari tukang kopi keliling dipinggir jalan atau kedai kopi mewah di dalam mall adalah sama yaitu sama-sama ingin mengedepan kualitas, tetapi jika kita semua mengedapankan nama kualitas, pertanyaan nya jadi siapa yang paling berkualitas, tentunya kualitas bukan hanya kata tetapi ada “customer expectation” di balik sebuah kualitas, jika kita kurang mengerti apa ekspektasi pelanggan kita mungkin kita akan menjauhkan produk kita dari pelanggan kita tersebut alias tidak akan laku dipasarkan. Tidak banyak coffee shop yang bisa mempertahankan produknya dari kata kualitas yang sesungguhnya diinginkan oleh pelanggannya, kopi adalah produk yang tengible atau mudah rusak jika tidak di konsumsi sesegera setelah di panen dan di proses menjadi green bean dan atau setelah di sangrai. Banyak yang bilang green bean bisa tahan lebih dari satu tahun, kalau menurut saya 1 tahun adalah maksimal green bean bisa mempertahankan rasa aslinya setelah proses pasca panen, itu pun harus dijaga dengan proses penyimpanan yang baik. untuk roasted beans mungkin maksimal attribute rasa hanya berkisar antara 1-2 bulan saja dari waktu sanggari nya (roast date), lebih dari itu akan ada penurunan attribute rasa yang ada, belum lagi kualitas green bean yang didapat, banyak kopi yang disuguhkan hanya memiliki rasa sekedar nya, ini terjadi karena kualitas green beans yang dibeli oleh seorang roaster, nah jika kita gabungkan penjelasan diatas maka seharusnya roaster atau pemilik cafe akan berfikir keras bagaimana dapat menjual produk nya dengan cepat agar bisa menjaga kesegaran kopi yang di tawarkan, bukan hal yang mudah tentunya karena belum tentu roast house atau cafe tersebut cukup dikenal khalayak banyak. Ini baru masalah bahan baku, apalagi jika kita masuk kebahasan pembuatan produk dari kopi tersebut, seperti espresso contohnya; (espresso adalah minuman yang terbuat dari biji kopi yang telah di giling dan diekstak menggunakan mesin espresso yang disesuaikan jumlah tekanan air dan uap nya, ekstraksi ini sendiri hanya menghasilkan 25-35 ml kopi pekat yang disebut espresso), espresso ini adalah bahan dasar dari rata-rata minuman seperti capuccino, cafe latte, americano, mochacino dan lainnya. Minuman-minuman tersebut hanya bisa dikatakan berkualitas jika memang dibuat sesuai dengan parameter rasa yang ingin di tampilkan sesuai dengan base nya yaitu espresso blend atau S.O espresso, dan jelas dapat dinikmati oleh pelanggannya, passion dari seorang barista akan mampu menghasilkan minuman yang berkualitas sebaliknya barista yang hanya bekerja akan dapat membuat minuman-minuman kopi tersebut dijauhi oleh pelanggannya.
  3. Place — Tempat adalah sebuah muka dari sebuah coffeeshop, karena pertama kali terlihat orang adalah tempat nya, tempat ini saya kategorikan menjadi lokasi, design, kenyamanan, dan kebersihan. Pada saat kita melihat sebuah lokasi coffeeshop yang cukup jauh dari keramaian mungkin kita akan berfikir ulang untuk menuju tempat itu, atau memang harus di niatkan, jadi intinya kita kemungkinan tidak akan lebih sering berkunjung ketempat itu, dan juga akan jarang orang melihat lokasi coffeeshop tersebut karena hanya dapat diakses dari jalan atau rute tertentu misalnya. tetapi jika dikombinasikan dengan design, kenyamanan dan kebersihan yang baik bukan tidak mungkin lokasi yang sepi tersebut mendadak menjadi ramai karena word of mouth wisdom dari orang-orang yang telah berkunjung ke tempat tersebut. disini saya akan menekankan bahwa lokasi yang baik belum tentu akan menghasilkan karya terbaik, begitupun sebaliknya lokasi yang kurang baik dapat menjadikan magnit baru daerah tersebut jika diramu dengan baik. Kebersihan dan kenyamanan adalah sebuah gabungan kata yang bermakna untuk di jadikan bagian dari promosi gratis, kita selalu dapat melihat kedai-kedai kopi yang terlihat kotor dan tidak terawat akan mengurangi kenyamanan kita dalam menikmati secangkir kopi. Design adalah hal lainnya yang dapat membuat orang menuju ke suatu tempat , karena design dapat menjadi sensasi dan membuat orang-orang berbondong ingin melihat dan merasakan bagian dari design tersebut.

3P diatas tadi adalah hanya beberapa parameter kunci untuk menjadikan sebuah coffeeshop memberikan service yang terbaik untuk para pelanggannya, buat saya menyatukan ke tiga hal tersebut diatas akan menjadikan gunung emas untuk business coffee shop tersebut ke depannya

Great Coffee?

Kata “Great Coffee” sering sekali kita dengar atau lihat dari sebuah usaha yang berhubungan dengan kopi, beberapa pertanyaan dari kita semua, apa yang dimaksud dengan jargon tersebut? apakah layak di tampilkan kata tersebut pada semua jenis produk kopi?, menurut saya mereka layak menyandangkan kata apapun sebagai motto produk mereka dengan kata-kata “great coffee” dan hanya mereka yang bisa menjelaskan apa yang di katakan “great coffee” dari produk mereka. Semua ini tidak lepas dari sebuah pengakuan mereka atas barang dagangannya yang berbentuk produk kopi yang di tawarkan kepada calon pembelinya, toh memang mereka harus mengedepankan kata-kata yang bisa menjadi daya tarik pembelinya. Banyak obrolan tentang produk-produk kopi dimanapun itu berada, dan biasanya obrolan ini membahas tentang kualitas-kualitas kopi tersebut yang tercantum kata “great coffee”, terkadang obrolan ini mengakui kata tersebut, tapi tak jarang mereka mencibir kualitas produknya. Memang di dunia usaha dagang produk apapun itu para calon pembeli memutuskan membeli produk tersebut melihat dari berbagai sisi, ada yang terbuai dengan kata atau slogan produk tersebut, ada pula berdasarkan rekomendasi dari kolega nya terhadap produk tersebut atau biasa di sebut “word of mouth influenced”. Memang kita sadar tidak semua produk kopi yang di embel-embeli kata “great coffee” tidak seperti yang kita ekspektasikan tetapi tentu kita tidak bisa menuntut si penjual mencabut tulisan “great coffee” tersebut, mereka hanya memberikan pilihan, kita yang harus memilih. Seperti saat ini dimana kedai-kedai kopi yang menjamur dimana-manapun hanya memberikan pilihan rasa dari rasa yang sangat menarik hingga rasa pahit kopi yang tiada tara 🙂 , merupakan hak penyedia jasa mengakui produk nya adalah yang terbaik.

Kita seharusnya tidak memusingkan bahasan “great coffee” pada produk kopi, jika memang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, ya kita tidak perlu membeli kembali produk tersebut, yang jelas kita punya banyak pilihan sekarang, dan yang terpenting adalah bagaimana kita bijak dalam menentukan produk yang kita beli, terlepas dari rasa kopi tersebut, harga juga bisa jadi pertimbangan, seperti halnya kopi luwak, jika kita lihat produk ini bisa dikategorikan sangat mahal kisaran harga per cangkirnya dari Rp 50,000-Rp200,000. Wow bayangkan kopi seduh dari produk kopi luwak yang hanya sekitar 150-200ml percangkir itu di hargai sangat mahal, tertapi tetap ada yang beli juga kan?. Untuk beberapa orang harga tidak jadi masalah ketika mereka percaya kata “great coffee” yang di canangkan oleh si penjual, jika anda menayakan perihal harga ini ke saya, buat saya “price is matter”, saya selalu melihat harus ada sebuah keseimbangan rasa dan harga, saya pernah membayar hampir Rp. 70,000 untuk secangkir kopi, dan kopi yang saya pesan bukan kopi luwak, apa yang saya rasakan setelah saya menikmatinya adalah sangat puas dengan rasa yang disuguhkan, sebaliknya saya pernah memesan kopi yang secangkir Rp. 28,000 dengan tersebut “great coffee” from ethiopia, dan apa yang saya rasakan adalah night-mare, saya sampai tidak bisa meneruskan meneguknya setelah sesapan pertama; apek, pahit, bikin mual itu adalah ilustrasi rasa yang saya rasakan.

Jadi menurut saya, kita berhak menentukan nasib keinginan kita untuk menikmati secangkir kopi, tidak ada yang salah jika kita memilih salah satu produk yang bertuliskan “great coffee”, toh selama ini belum ada yang mematenkan kata “great coffee” tersebut, jadi sah-sah saja jika mereka mendeklarasikan kata “great coffee” atas produk kopi nya