Acidity itu adalah….

by mirzaluqman

4 Juni 2003 adalah hari pertama saya mendengar kata acidity dalam konteks rasa kopi, pada saat itu saya berada di sesi “communicating about coffee” class yang wajib saya ikuti selaku karyawan baru di sebuah perusahaan ritel kopi. Disaat itu pengertian tentang kopi masih menjadi kebingungan belaka, yang saya tahu kopi itu pahit makanya enaknya pake gula , ternyata di saat saya pertama kalinya mendapat kan tutorial tentang kopi di situ saya makin bingung karena ternyata ada beberapa atribut rasa yang harus di cari di setiap origin kopi, dan atribut tersebut di deskripsikan kedalam  4 terminologi (Aroma, Acidity, Body dan Flavors). Disaat itulah saya pertama kali mendengar kata Acidity pada kopi, dari sekitar 9 tahun yang lalu sampai saat ini acidity adalah atribut yang sulit di terjemahkan kedalam bahasa awam, beberapa atribut seperti aroma, body, dan flavors relatif lebih mudah diceritakan apa maksudnya, ketimbang acidity yang sulit untuk dijabarkan, karena pada saat kita sebut rasa asam, mungkin sebagian dari pendengarnya akan langsung mundur dari depan cangkirnya hehehe, maklum kata asam buat sebagian orang akan membuat rongga mulut berserta gigi kita agak sedikit meringis karena terbayangkan rasa asam yang kurang bersahabat oleh kita. Menurut saya acidity itu bukan asam tetapi acidity adalah sebuah sensasi keasaman yang menyegarkan seperti pada beberapa buah, contohnya lemon, apel, jeruk, strawberry, mangga, dan banyak lagi yang bisa membuah secangkir kopi arabika itu lebih terasa hidup, karena acidity adalah bagian penting untuk kualitas arabika yang terbaik, tanpa acidity yang baik kopi-kopi arabika ternama didunia yang kebanyakan berasal dari dataran Amerika tengah, Amerika selatan , dan juga sebagian Afrika, sudah bisa dipastikan tanpa makna dan hampa. Acidity pada kopi arabika lebih bisa dirasakan dari pada kopi robusta yang lebih dikenal dengan bodynya yang cukup kuat, Acidity pada kopi arabika pun bergantung pada beberapa hal yang bisa menunjang acidity ini lebih terlihat atau malah tenggelam. Pada kopi arabika proses basah akan lebih memperlihat  hasil acidity yang lebih jelas dibandingkan kopi arabika proses kering, tetapi akang bergantung lagi pada tingkat kematangan kopi-kopi tersebut jika di sangrai dalam hal ini disebut roast profile, kopi dengan light roast profile akan lebih membuat acidity lebih terang dibanding kopi-kopi yang di roast lebih gelap atau dark roast profile, proses penyeduhan juga akan dapat membuat acidity tampil beda, jika kita seduh kopi dengan metode pourover/drip , acidity bisa lebih jelas jika dibandingkan dengan metode perendaman (immerse method), seperti halnya pada metode tubruk dan French press.

 

Jadi intinya acidity pada arabika kopi akan bisa berwujud banyak karakter tergantung semua hal yang di bahas diatas, pada saat kita sulit menerima acidity dari sebagian rasa yang harus ada, mungkin kita sebaiknya memilih dark roast coffee atau bahkan pilihlah kopi robusta, sebaliknya jika acidity begitu bermakna untuk anda jangan segan-segan memilih light roast kopi sebagai favorit kopi kalian.

Dalam belajar merasakan acidity pada kopi arabika, biasanya saya mencoba dengan membedakan rasa jus jeruk dengan air putih, di sini saya bisa merasakan bahwa rasa asam yang segar ini berada di daerah kedua sisi lidah bagian belakang, lalu saya kembali belajar merasakan acidity yang mempunyai intensitas berbeda, biasanya saya lakukan dengan jus jeruk yang di berika tambahan air berbeda-beda, semakin banyak air ditambahkan kedalam jus jeruk semakin sedikit acidity yang bisa dirasakan. Lebih dari itu saya mulai membedakan rasa acidity ini kedalam beberapa rasa, saya memulai dengan membuat 4 macam jus yaitu jus lemon, jeruk, apel dan anggur. Pada lemon dan jeruk kita bisa merasakan acidity ini lebih jelas dibandingkan pada apel dan anggur, nah pada moment ini kita bisa belajar bahwa acidity pada setiap cangkir kopi arabika akan memiliki rasa yang sangat bervariasi, mulai dari acidity yang terasa keseluruh rongga mulut seperti pada lemon, atau paduan acidity yang tidak terlalu menonjol tetapi memiliki rasa manis yang terbalut didalam rasa acidity itu seperti pada jeruk, apel atau anggur. Tidak hanya pada buah-buah tersebut saja acidity dapat kita rasakan dibeberapa produk jadi (finished goods) seperti susu, yogurt, wine, sparkling water, dan lainnya. Acidity bisa menjadi terasa kering, banyak/penuh, sekilas atau bahkan ada yang membuat rasa kopi anda kurang baik, karena anda merasakan kecut atau biasa di sebut ferment taste yang merupakan salah satu fault taste pada uji cita rasa kopi arabika, rasa kecut bisa di kategorikan sour tetapi rasa dari kecut ini sekilas akan terlihat seperti deskripsi acidity diatas, maka dari itu ada baiknya kita juga harus merasakan rasa-rasa acidity yang tidak meyenangkan

Dalam mempelajari acidity kita harus dapat menerima acidity sebagai bagian dari kopi arabika yang baik, karena pada saat kita mengikuti keinginan hati kita yang lebih menyukai kopi dengan intensitas atau body yang tinggi seperti pada kebanyakan orang, maka kita sulit untuk membuka hati kita untuk berani merasakan acidity

Advertisements