Barista – Grind – Dose – Time

by mirzaluqman

Barista adalah sebuah kata dari bahasa Italia yang berarti Bartender, dimana seorang barista di Italia adalah seorang peracik minuman berbahan dasar espresso dan menggunakan mesin espresso komersial dalam mengerjakan tugasnya sebagai pembuat dan pelayan di espresso bar. Kalau menurut saya seorang barista adalah seorang seniman peracik minuman berbahan dasar espresso, kenapa saya bilang seorang seniman karena para barista adalah orang yang penting di dunia kopi. Apa yang akan terjadi jika dunia tanpa seniman, mungkin  semua tembok di dunia ini hanya berwarna putih, tidak ada warna, sama seperti kiasan seorang barista didunia kopi, jika mereka tidak ada maka secangkir kopi hanya sekedar berwarna hitam dengan rasa hampa J. Dunia barista adalah dunia yang sedang di gandrungi oleh kaum muda di Indonesia, dengan bertumbuhnya banyak kedai kopi di Indonesia maka peluang untuk menjadi seorang barista sangat terbuka. Saya kira yang harus di perhatikan untuk menjadi seorang barista tidaklah semudah yang kita kira, seperti seorang pelukis membuat lukisan mahakarya nya, seorang barista juga harus bisa membuat minuman espresso yang berbahan baku biji kopi pilihan menjadi sebuah lukisan di lidah para penikmatnya, seperti Dr. Ernesto Illy berkata di dalam buku Espresso Quest karangan anaknya Ernesto Illy; “Perfect shot of espresso must paint the tongue” . saya sangat setuju dengan ungkapan itu, karena bagi saya espresso adalah sebuah jantungnya minuman-minuman kopi yang berbahan dasar espresso. Sebaik-baiknya minuman Café latte yang dibuat dengan gambar ciamik atau biasa disebut latte art yang disuguhkan ke anda jika espresso yang dibuat tidak baik, maka anda hanya bisa mengabadikan minuman Latte art  tersebut dengan kamera anda untuk dijadikan salah satu file di album anda. Saya lebih suka mengabadikan rasa café latte tersebut kedalam memori otak saya dan mengabadikan rasa tersebut sebagai vocabulary rasa di benak saya J.

Dalam hal ini pembuatan espresso sangat di tentukan dengan beberapa faktor, 4 faktor yang penting adalah mesin espresso, grinder, biji kopi,  dan tentunya sang barista sebagai peraciknya. Kunci untuk meramu semua faktor tersebut adalah bagaimana sang barista menentukan besaran bubuk kopi atau grind size, dosis bubuk kopi yang dimasukan kedalam portafilter dan menentukan waktu ekstraksi kopi dan air yang pas agar dapat mengeluarkan rasa yang sangat diharapkannya. Ketiga hal yang tadi saya sebutkan memang sangat diharapkan dimengerti oleh seorang barista, karena jika salah satu dari grind, dose, time ini tidak dimengerti maka hasilnya adalah hanya kopi hitam pekat.

Banyak barista yang saya temui di event-event  kompetisi barista masih belum bisa mengkombinasikan grind, dose, time ini kedalam sebuah kesatuan, hasilnya mereka kebingungan dengan hasil yang kurang maksimal, memang sulit jika kita belum terbiasa tweaking espresso blend atau single origin kita, yang pasti semua butuh belajar lebih dalam agar apa yang kita harapkan lebih baik lagi, sayangnya kita tekadang tidak sabar untuk bisa mahir menjadi barista, terlalu cepat merasa bisa atau puas, buat saya kepuasan adalah sebuah momentum yang harus tercapai berkali-kali jadi kalau hanya sekali itu baru awalan belum menjadi sebuah perjalanan.

Menurut beberapa buku  tentang espresso yang saya baca, hamper semua buku menjelaskan tentang berapa kisaran gramasi bubuk kopi yang dibutuhkan untuk membuat espresso, kebanyakan merekomendasikan 6,5 – 20 grams bubuk espresso yang digunakan, waktu  ekstraksi yang direkomendasikan antara 20-35 detik, dan tehnik tamping atau yang disebut memadatkan bubuk kopi di wadah yang dinamakan portafilter dengan menggunakan tamper , beberapa barista asal italia merekomendasikan kekuatan tamping sekitar 13-15kg tekanan, tetapi  menurut barista asal amerika yang terpenting cukup tekanan. Untuk tingkat kehalusan bubuk kopi biasanya tidak terlalu ada yang membahas, padahal ini salah satu yang terpenting diketahui oleh seorang barista, setting grinder adalah hal awal yang harus diketahui oleh seorang barista, tanpa keahlian ini dijamin espresso yang di tuju tidak akan tepat sasaran J.

Grind, Dose, Time tiga hal yang menjadi kunci kesuksesan menuju espresso yang baik, walaupun perhatian barista tidak hanya ke tiga hal ini, karena masih banyak hal untuk dapat menjadi perhatian seperti kebersihan mesin dan bagiannya, tekanan air dan uap, juga alat yang digunakan. Terpenting lagi adalah personality seorang barista yang harus bisa mencerminkan seorang maestro yang tidak sombong dan selalu berbagi pengetahuan dengan para pelanggannya. 

 

 

Image

Barista yang sudah piawai biasanya dapat mengukir minuman Latte atau cappucinno dengan seni yang mereka miliki, hanya menggunakan keahlian tangan mereka

Advertisements